Hari minggu.

Baru saja kembali dari Puncak siang tadi. Biasalah.. genk jalan2 dengan keluarga Om aku. kali ini ke Puncak, stay di tempat biasa kami menginap.

Sabtu, sebenarnya aku masih sedikit aga kaget sih. bukan shock yaa, cuma sedikit kaget saja, karena sebenarnya kejadian kemarin sudah tertebak. Seharusnya sabtu ini mas koko jalan field trip ke Bali. Uhm.. Entahlah, ternyata akhirnya dia memutuskan utk tidak jalan ke bali.

Aku sudah bisa menebak kejadian ini dr malam jumat lalu ketika kami bertemu. Gag aneh lagi menurut aku, seorang mas koko yang akhirnya merasa 'kurang' mantap utk tetap jalan ke Bali. pada akhirnya toh' aku mengerti juga, berusaha menempatkan situasi aku jika menjadi dia. dan, akhirnya memaklumi apa yang dirasakan mas koko waktu itu. Perasaan mmg tidak pernah bisa bohong, feeling aku bbrpa hari terakhir ini, yang sedikitnya sudah menyimpulkan dan merasakan bahwa 'sepertinya' sayangku yg satu ini gag akan jadi jalan ke bali. sebenarnya bukan karena perasaan takut terbang-nya, tetapi lebih kepada rasa tidak nyamannya dia utk travelling ke satu tempat yg dia blm pernah singgahi, ditambah lingkungannya yg tidak mendukung hatinya utk tetap jalan, notabene cuma karena Aku' dia berat utk jalan ke Bali.

1 hal positif yang aku ambil adalah, dia terlalu menyayangi aku. dia merasa takut dan tidak nyaman utk bepergian yg sedikit lebih jauh dari aku yang tentunya sampai ber-hari2. hehehe.. GR? mungkin aku GR, mungkin juga sih klo dia begini cuma karena takut terbang ;p tapi entahlah... toh' semua sudah juga terjadi. Aku cuma berdoa semoga ada jalan agar mata kuliah sayangku yg satu ini tidak gagal, semoga ada jalan agar dia diberi kesempatan utk tidak mengulang mata kuliah 'mahal' ini.

Satu hal lagi yang aku mau sampaikan disini.
Sayang.... kok kamu jadi penakut begini sih???... :)
janji aku juga deh, one day mas koko akan ke Bali dengan aku saja yaaa... *peluk*